Kisah Malam Pertama
Ini menceritakan kisah menarik dari sebuah kebuntuan komunikasi pasangan pengantin baru agak kehilangan komunikasi, karena silelaki dimaksut kurang apa pengantin wanita. Tapi cerita ini tidak memiliki unsur sedikit pun ceritanya seperti cerita dewasa panas pada umumnya.
Bagaimanakh kisah cerita ini menarik untuk itu silahkan Anda hanya membaca artikel di bawah ini, tapi cerita di bawah ini tidak baik untuk dibaca oleh baik anak jika cerita ini khusus bagi anda yang sudah cukup besar.
Malam Pertama Pernikahan Cerita untuk pengantin baru bernama Ramli. Pada malam hari penuh keheningam tenang masuk, mengantuk kerana Ramli ke kamar. (Mungkin ada rasa lain juga - ideologi-ideologi .. je adalah pengantin baru!)
Kunjungan istrinya tertutup dari kepala hingga hujung kaki hujung.
"Malu tampaknya. Ini diketahui bahwa malam pertama ..." bisik Ramli jantung.
Dimatikanya lampu dan dia terbaring di katil. Dicelah glotis katak disebut pasangan, suara istri berbisik, penuh romantis, "adalah dah matang buah pepaya matang, ketika anak itu datang tupai merasa?"
"Dah, apa ni cerita?" Kata lengan Ramli. Setengah malam ia berbaring berpikir. "Oh, istri saya sepertinya berpikir kampung halaman .. Sian .. untuk Takpelah mengigau?, Biarkan dia tidur," bisik hatinya penuh pengertian.
Malam kedua adegan yang sama hanya sedikit berbeda dialog. bisik istri "Beras bendang'm siap dibajak, ketika paket ke menabur anak petani?" "Saya mengucapkan kesiannya .. ngigau masih lebih .. Saya harus mencari penawar! "Ramli ditentukan. Hari berikutnya, Ramli mengatakan kepada ayah yang kebetulan datang untuk meminta 'pengantin baru' khabar." Lah .. "keluh ayah Ramli," Saya belajar untuk Uni konduktivitas, cam ni benda tidak Anda mengerti? "
Ayahnya pertama kali diberitahu tentang Adam & Hawa, laila majnun &, Romeo & Juliet ... (Yang relevan dengan je pegantin baru!) Eksekutif Ringkas putih orang yang kompeten "tentang burung & lebah".
"Oh cam tu.." Sengih Ramli, "baru saya mengerti. Apa Taulah ni anak untuk malam ini!"
Malam yang ditunggu-tunggu ... Ramli tiba di ruangan tempat untuk tidur. hanya saja kali ini istrinya diam seribu bahasa. "Lah .. tengkuk pulak diam. Dia tidak akan menyerah" tertanya-Ramli bertanya. Setelah sekian lama tanpa suara istrinya, Ramli mengatakan, "Dah itu perut sangat lapar, tupai mungkin akan merasa?"
Malam yang dingin kesunyian .. jawaban itu ... "Kain pelikat disinsing tidak rapi, petani bisa pak turun biji?" terlalu .. masih takde Jawaban ... Ramli mencuba lagi. "Juruterbang dah ... siap untuk mendarat pesawat ke bawah?"




